Pusat Tarjih kembali menyelenggarakan Sekolah Tarjih Internasional #4
Dalam rangka meningkatkan pemahaman tentang Manhaj Tarjih bagi kader Muhammadiyah yang berada Di Timur Tengah & Afrika, juga sebagai ajang silaturahmi antar PCIM di wilayah tersebut, Pusat Tarjih Muhammadiyah Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali melaksanakan Sekolah Tarjih Internasional edisi ke empat yang dilaksanakan selama dua minggu, (7-21/09)
Sekolah Tarjih Internasional tahun ini resmi dibuka pada Sabtu (07/09/24), melalui zoom meeting dengan diikuti 150 peserta dari delegasi 11 PCIM yang tersebar di Timur Tengah & Afrika. Hadir sekaligus membuka acara tersebut, Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Ustadz Drs. Mohammad Mas’udi, M.Ag., Kepala Pusat Tarjih Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Ustadz Miftah Khilmi Hidayatulloh, Lc. M.Hum., Ketua Panitia Sekolah Tarjih Internasional 2024 Ustadz Fakhrurozi Bahmid, para panitia dari PCIM Libya maupun Sudan sebagai penyelenggara utama dan para peserta.
Dalam sambutannya, Ustadz Miftah selaku Kepala Pusat Tarjih UAD mengatakan bahwa Sekolah Tarjih Internasional tahun ini mendapatkan atensi yang begitu besar dari kader-kader PCIM. Selain mengapresiasi, beliau juga berharap agar silaturahmi antar peserta dan kader tidak terputus sesudah acara ini terselenggara.
“Saya kira ini awal kita bertemu dan sama-sama belajar dan mengenal Majelis Tarjih Muhammadiyah. Yang terpenting adalah follow upnya, maka nanti di akhir acara kita akan sedikit berdiskusi bagaimana follow up-nya, supaya silaturahmi yang sudah terjalin tidak putus dan hilang.”
Hadir juga dalam acara Pembukaan Sekolah Tarjih Internasional, Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Ustadz Mas’udi, yang sekaligus membuka secara resmi Sekolah Tarjih Internasional pada tahun ini. Selain ucapan terima kasih dan menyambut gembira atas dilaksanakannya acara tersebut, beliau menekankan pentingnya pemetaan yang berkelanjutan dalam konteks kaderisasi, baik bagi kader yang sudah lama ataupun yang baru bergabung, agar informasi yang didapat nantinya relatif sama.
“Tentu yang utama kami bersyukur bahwa ada SDM yang luar biasa, tetapi yang lebih penting lagi adalah bagaimana tugas kita bersama untuk lebih memahamkan apa itu Muhammadiyah dan apa itu sesungguhnya Majelis Tarjih. Jangan sampai kemudian di timur tengah sudah aktif di Pimpinan Cabang Muhammadiyah, tetapi ketika pulang tidak lagi menjadi bagian dari persyarikatan Muhammadiyah.” Pungkas beliau.
Sebagai penutup, masih dalam sambutannya, Ustadz Mas’udi mendorong sekiranya ada dari kader Muhammadiyah yang ingin tetap berada di luar negeri setelah menyelesaikan studinya, tentu ini suatu lompatan yang menggembirakan, agar Muhammadiyah bisa terus berkembang, tidak hanya di Indonesia, tapi di seluruh dunia.
Pada edisi ke empat ini, Sekolah Tarjih Muhammadiyah akan dibagi menjadi empat kali pertemuan yang membahas berbagai informasi terkait Manhaj Tarjih Muhammadiyah. Dimulai dari pertemuan pertama oleh Ustadz Dr. Ruslan Fariadi AM, S.Ag., M.S.I. pada Sabtu (09/09), membahas, “Pengenalan Sejarah, Tokoh, Fungsi, Peran, dan produk Tarjih.”
Dilanjutkan pertemuan kedua pada Sabtu (14/09)
Ustadz Dr. Hamim Ilyas, M.Ag., akan menjelaskan kepada peserta tentang, “Pengertian Manhaj Tarjih dan 5 Perspektif (Wawasan/Semangat) Tarjih.” Dalam pertemuan ini, peserta diharapkan dapat lebih mengenal kembali landasan pijak Muhammadiyah dalam menyikapi berbagai perkembangan yang ada.
Pada pertemuan yang ketiga, Ustadz Asep Sholahuddin, S.Ag., M.Pd.I., akan memaparkan, “Sumber Ajaran Agama Islam Dalam Perspektif Tarjih.” Pertemuan ini akan berlangsung pada Ahad (15/09). Mengkaji apa saja sumber ajaran agama dalam pandangan Muhammadiyah dari tekstual dan paratekstualnya.
Dan pada pertemuan terakhir, Ustadz Prof. Dr. H. Muhammad Abdul Fattah Santoso, M.A., menggantikan Ustadz Prof. Dr. H. Syamsul Anwar, M.A., yang berhalangan hadir akan menjelaskan, “Tiga Pendekatan (Bayani, Burhani & Irfani) dan Prosedur Teknis Tarjih.”